Di Indonesia, budaya patriarki sudah mengakar di setiap lapisan masyarakat sebagai akibat dari perkembangan budaya yang diwariskan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.
Secara harfiah, patriarki atau patriarkat, memiliki arti sistem pengelompokan sosial yang sangat mementingkan garis keturunan bapak.
Dalam makna kontemporer, patriarki kini dapat diartikan sebagai dominasi laki-laki dalam berbagai aspek yang kemudian menempatkan perempuan dalam posisi subordinat atau lebih rendah.
Berdasarkan beberapa studi menyebutkan, adanya keberlanjutan dari tradisi budaya lokal atau adat (customs) yang mengandung nilai-nilai dominasi laki-laki turut menjadi salah satu faktor mengapa patriarki sulit untuk dihilangkan dari kehidupan masyarakat.
Patriarki dan segala stigma yang mengikuti di belakangnya, menyebabkan adanya ketidaksetaraan gender dan banyak permasalahan terkait gender di Indonesia.
Awal mula budaya patriarki, disebabkan dari peperangan zaman dahulu yang ‘mengizinkan’ kekerasan, dianggap suci dengan simbol-simbol religius, dan laki-laki dianggap sebagai pahlawan sementara perempuan diminta untuk tetap tinggal di rumah.
Seiring berjalannya waktu, patriarki kini berkembang lebih lanjut menjadi sebuah sistem dan ideologi.
Dominasi laki-laki di kalangan masyarakat, kini bukan lagi dipandang sebagai sebuah fenomena, tetapi sebagai normalitas yang memberikan pemikiran, memang sudah seharusnya laki-laki memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada perempuan......