Tulisan ini ingin menyimpulkan bahwa setiap atasan dapat melakukan penyalahgunaan wewenang apabila tidak ada kontrol dari bawahan. Semakin tidak terkontrol apa yang dilakukan atasan semakin besar potensi penyalahgunaan wewenang.
Tulisan ini mengafirmasi pendapat; pertama, M.T Oosterhagen menyatakan, setiap keputusan atau tindakan yang diambil oleh pihak otoritas harus memenuhi syarat logis dan sah (lawful). Kedua, Faucoult di dalam govermentality menyatakan, setiap atasan akan merumuskan berbagai strategi dan kontrol untuk mengatur populasi di bawahnya. Setiap atasan yang tidak dikontrol akan membatasi independensi bawahan karena hegemoni atasan semakin menguat.
Gap Expectation
Mengapa oknum atasan mudah melakukan pelanggaran kode etik dan berperilaku buruk? Karena mereka tidak diawasi oleh bawahannya. Seseorang yang memiliki kewenangan besar yang dianggap cakap dan lebih qualified dalam berbagai aspek namun fakta berbicara sebaliknya, seorang oknum atasan justru tergelincir melakukan perbuatan tercela karena gerak geriknya tidak diawasi.
Ironinya, para oknum atasan justru semakin tidak mau diawasi dengan berbagai dalih dan rasionalisasi sehingga mereka dapat melakukan tindakan apapun dengan dalih kebijakan dan mandat. Relasi kewenangan yang seharusnya dibangun di atas fondasi profesionalisme justru harus kalah saing dengan determinasi nafsu kekuasaan yang ujung-ujungnya organisasi dirugikan. Jika sudah demikian, kemana lagi kelas bawah akan berharap, entah sampai kapan oknum atasan terus melanggar atau memang hal itu yang sengaja diinginkan.
Kewenangan yang besar tanpa pengawasan dapat menimbulkan rezim tirani. Dirinya bebas berbuat sesukanya tanpa tersentuh sistem pengawasan sama sekali, karena menganggap dirinya super, paripurna bahkan menganggap dirinya “setengah malaikat” sehingga tidak butuh diawasi padahal kursi kekuasaannya berdasarkan mandat penunjukan atau pemilihan dari bawahannya.
Kejadian-kejadian yang memilukan yang melibatkan oknum petinggi organisasi, menandakan lemahnya pengawasan terhadap top struktural. Ini disebabkan karena bawahannya tidak berani melaporkan atasan, tidak disediakan mekanisme pengawasan sistematik serta mengakarnya budaya feodalistik yang memang dipeluk oleh bangsa ini. Alih-alih membuat saluran baru yang sistematis untuk mengawasi atasan malah semakin memperbanyak volume pengawasan untuk para bawahannya.
Piramida Terbalik.....